Selamat Datang...!!!! Semoga Bermanfaat...

Selamat Datang...!!! Semoga Bermanfaat...!!!

Ustadz Hilmi Aminuddin: Kita Akan Dimenangkan Allah


Dakwah ini adalah proyeknya Allah, dan kita hanyalah pelaksananya saja. Kalau langkah-langkah kita sesuai dengan irsyadat (bimbingan) dan taujihat (arahan-arahan) rabbaniyyah wan-nabawiyah (Rabb dan Nabi), kita akan dimenangkan oleh Allah SWT, insya Allah…
Karena dengan selalu disiplin terhadap manhaj rabbani, dengan taujihat rabbaniyyah, irsyadat rabbaniyah yang diberikan Al-Qur’an dan sunnah, maka kita sebelum dinilai menjadi pemenang di hadapan manusia, insya Allah telah dinilai menjadi pemenang di hadapan Allah.

"Fakta Persidangan: AF hanya mencatut nama LHI, Hilmi dan PKS"

by @dangtuangku 

  1. Analisis persidangan perkara suap kuota impor daging bagian tiga (3).

  2. Persidangan terdakwa arya dan juard effendy bersaudara telah masuk pemeriksaan fakta lanjutan.

  3. Pekan2 lalu jaksa penuntut umum (JPU) membawa bukti cctv di indoguna.

  4. Tujuan JPU utk membuktikan uang suap Rp1 M yg ditangkap KPK dari AF adl uang indoguna.

Fahri Hamzah

Fahri Hamzah: Saya akan Bongkar Modus KPK


Jakarta: Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempolitisasi partainya.
Pembongkaran hubungan Ahmad Fathanah dengan sejumlah wanita tak lebih hanya permainan sensasi.
"Lihat saja kenapa Fathanah yang orang swasta dikaitkan dengan PKS sampai pacar-pacarnya  pun diungkap? Pemberian yang nilainya hanya jutaan diungkap? Mereka hanya  cari sensasi. Memangnya cuma Fathanah yang memberikan barang-barang seperti itu? Memangnya Nazaruddin atau yang lain tidak?" kata Fahri ketika dihubungi, Kamis (9/5).
Menurut Fahri, KPK tengah melempar bola liar. Lembaga antirasuah itu bukan lagi menjadi institusi hukum yang bisa dipegang. Dari 85 ribu kasus yang ada, KPK hanya mampu menuntaskan 100-150 kasus. Itu pun bukan angka yang valid karena itu jumlah berkas atau orang yang dipidanakan.
”Kalau kasusnya paling banyak lima saja. Mana sisanya? Kasus yang besar-besar seperti Century sampai saat ini tidak bisa selesai," sindir Fahri.
Fahri menyebut perlakuan berbeda KPK terhadap kasus lain yang jelas sudah terbukti di persidangan tapi tidak ditindaklanjuti. Sebut saja kasus Kemenakertrans, Tanjung Api-Api, impor kereta api, Hambalang, hingga Century.
"Kasus di Kemenakertrans juga tertangkap tangan dan ada orang dekat menteri yang juga tertangkap tangan dan terungkap dalam rekaman. Tapi sampai sekarang jalan di tempat. Orang dekat menterinya tidak ditahan seperti halnya Ahmad Fathanah yang bahkan hanya seorang calo seperti pengakuannya sendiri," ujar Fahri.
Fahri juga menegaskan saat ini pihaknya sudah mempelajari modus kerja KPK dalam menangani perkara. Ia berjanji akan membongkarnya.
"Tunggu saja, saya sudah memelajari semua modus permainan KPK. Pada saatnya nanti akan saya bongkar semua," pungkasnya.

*) http://www.metrotvnews.com/metronews

Mobil LHI Upaya Alihkan Kasus Century & Hambalang


Jakarta - Upaya penyitaan mobil mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), di Kantor DPP PKS dalam kasus suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian, disinyalir sebagai upaya pengalihan isu kasus skandal Bank Century dan kasus korupsi Hambalang.
Penilaian itu disampaikan Ketua DPP PKS, Nasir Djamil. Ia menduga ada pihak yang dengan sengaja memanfaatkan KPK memainkan isu kasus tersebut guna menutupi beberapa kasus skandal korupsi besar.

PKS

PKS: Lir-ilir, Tandure wus sumilir

Lagu Lir ilir adalah salah satu karya besar Sunan Kalijaga, salah satu WaliSongo yang menggunakan lagu Lir ilir sebagai sarana dakwah. Karyanya ini sangat dikenal oleh para masyarakat terdahulu hingga kini, karena lagu ini mengandung makna yang patut untuk diteladani dan mudah dicerna orang zaman dahulu karena mengandung unsur kebudayaan jawa.
Terilhami lagu tersebut, alangkah indahnya bila ada yang bisa membuat sebuah video klip dengan latar lagu Lir ilir tadi. Kira-kira begini scene-nya:

PKS dan UN

UN Gagal Serentak, Legislator PKS Desak SBY Jewer Kemendikbud

Kepulauan Riau (15/04) - Anggota Komisi X DPR RI, Herlini Amran, disela-sela kunker resesnya turut memantau pelaksanaan UN yang ternyata gagal dilaksanakan serentak se-Indonesia. Di samping mendoakan kesuksesan bagi para siswa peserta UN, Herlini juga mengkritisi kinerja Kemdikbud yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, dengan tertundanya UN di  sebelas propinsi ini, semakin melengkapi "hat trick" keteledoran Kemdikbud selama enam bulan terakhir.

PKS

Pertumbuhan Yang Berkesinambungan l PKS

Asyik membaca karyanya, dalam artikel ini akan saya sarikan tulisan beliau yang berjudul.
Indonesia — Anis Matta adalah sosok yang tak asing lagi kini. Namun nan jauh sebelum ini beliau telah menulis berbagai macam tulisan yang menurut saya kini sedang beliau wujudkan.
Tak kaget saya jika orasinya mampu menyalakan bara yang ada pada diri para kader, simpatisan atau bahkan mereka yang swing vote.
“Pertumbuhan Berkesinambungan” ~ Semoga mencerahkan.