Selamat Datang...!!!! Semoga Bermanfaat...
Dialog Dzuha...
Puluhan murid dengan bergegas menuju ke Mushala sekolahan..
Dimushala beberapa murid dan seorang guru melaksanakan shalat dzuha, dzikir lalu berdo'a..
Setelah itu bersiap kembali mengerjakan tugas masing-masing walaupun bell tanda masuk belum berbunyi..
Ada yang membagikan selebaran dan Bulletin..
Sang guru menuju mejanya..diperjalanan bertemu dengan beberapa murid yang baru saja melaksanakan rutinitas diistirahat pertama yaitu Jajan...
Murid 1 : Pak E.......(sensor)
Hp ku berbunyi.. bunyi yang khas yang memberikan kabar kepadaku.. Hp ku memang hebat.. Dia selalu Jujur..tak pernah dia berbohong..ada kabar baik, kabar buruk, kabar yang membuatku sedih maupun gembira selalu saja diberikannya.. bila belum dibaca maka dia selalu memberikan tanda dengan gambar , sebuah tanda merelakan dirinya untuk selalu berbakti kepada tuannya.
Dasar Hukum UKG
Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan UKG adalah sebagai berikut.1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010, Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
Soal dan Hasil UKG dalam Analisa
- Guru terlalu terbebani
- Masalah koneksi Internet
- Jadwal yang berubah-ubah
- Kurang latihan
UKG " Uji Kompetensi Guru"
Tujuan dan Sasaran
- —Pemetaan penguasaan kompetensi guru (kompetensi pedagogik dan profesional) sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan;
- — Sebagai entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan penilaian
Alasan Beramal Sholih..
Selamat berjumpa kembali dengan bulan yang penuh Maghfiroh..
Ramadhan, momentum yang pas..momentum yang tepat untuk beramal sholih, untuk meningkatkan yang telah dilakukan dan memulai yang berlum dimulai. beramal sholih tidak akan ada ruginya, karena semua akan kembali kepada kita. maka, tak selayaknya lagi kita beramal hanya sekedar menggugurkan kewajiban.
Aktivasi otak tengah
Aktivasi otak tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.
Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Seseorang misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).
Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.
Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.
Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak.