Selamat Datang...!!!! Semoga Bermanfaat...

Selamat Datang...!!! Semoga Bermanfaat...!!!

Aksi PKS

MEMBACA AKSI-AKSI MENEGANGKAN PKS:
MERUBAH KELEMAHAN MENJADI KEKUATAN
Prediksi para pengamat politik terhadap elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) antara medio 2012 hingga awal 2013 menunjukkan penurunan yang tajam. Hal ini dikuatkan oleh survei yang diadakan oleh lembaga-lembaga survei Indonesia yang menyatakan bahwa ada dua partai yang mengalami terjun bebas; Partai Demokrat (PD) yang hanya mendapatkan 8 % dan PKS yang turun pada angka 2,8 %. Fenomena ini dimanfaatkan oleh media untuk semakin memastikan bahwa kedua partai tersebut mulai ditinggalkan konstituennya.
Faktor utama yang menyebabkan turunnya elektabilitas kedua partai tersebut adalah keterlibatan sejumlah elit politik dalam masalah korupsi. Pada kasus PD, beberapa elitnya kesandung korupsi mega proyek Hambalang, sebut saja Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng dan terakhir Ketua Umum PD Anas Urbaningrum yang mengundurkan diri dari jabatan ketua umum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Pada kasus PKS, Presiden Partai Luthfi Hasan Ishaq (LHI) ditahan oleh KPK karena diduga menerima suap kuota impor daging sapi, meskipun peristiwa penetapannya sebagai tersangka dan penahanannya menyimpan banyak keganjilan.

PKS Menang, Pemilik Media Besar Malu Hingga Membungkam Informasi

Beginilah jadinya ketika PKS (Partai Keadilan Sejahtera) memenangkan pertempuran dalam pertarungan politiknya di beberapa pilkada (Jabar-Sumut, red). Terasa sangat jelas ketidakproporsionalan beberapa media, bahkan sekelas media besar.

Sepertinya memang ada agenda para pemilik media besar untuk membungkam informasi kemenangan PKS. Dibeberapa media bahkan tidak ada sama sekali tema mengenai Pilkada Sumut, bisa dilihat di Jawa Post pada hari Jum'at tanggal 8 Maret 2013. Kita tidak menemukan berita didalamnya yang memberitakan kemenangan PKS di Sumut. Padahal pilkada Sumut dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 (kemarin).
Ada indikasi para media mencoba untuk memboikot berbagai informasi mengenai kemenangan PKS.
Dibeberapa TV yang memfokuskan diri untuk menyiarkan berita dan pemilu pun kita hampir tidak benar-benar melihat ulasan yang jelas mengenai kemenangan PKs di Sumut.

Ciuman Maut Anis Matta


Ketika masih menjadi mahasiswa dulu, ketika masih kuliah di salah satu PTN di Bogor, salah satu teman saya yang tinggal satu kosan punya beberapa koleksi buku Anis Matta. Saya mencoba sedikit membaca bukunya dan dari itu saya mulai mengenal dan memberi penilaian bahwa Anis Matta adalah ustad yang cerdas. Dan suatu ketika saya iseng-iseng download saya menemukan MP3 Anis Matta tentang pernikahan, saya coba download dan dengarkan mp3 itu dan isi mp3 itu jauh berbeda dengan apa2 yang pernah saya dengar dari ceramah yang pernah saya dengar atau buku yang pernah saya baca dari buku.

Antara Chavez dan PKS

Antara Chavez dan PKS Amerika di balik kematian HUGO chavez. Hal ini terkait diusirnya dua diplomat Amerika dari Caracas. Peran Amerika atas kematian Hugo Chavez makin kencang terasa, bukan rahasia umum, perusahaan minyak milik Amerika merasa diuntungkan atas kematian Chavez. Wakil Presiden Nicholas Maduro mengatakan hal tersebut di depan ribuan pendukung Chavez.
Membunuh seorang Chavez lebih mudah dibandingkan menggulingkan Saddam Husein di Irak. Chavez yang dikatakan oleh George W Bush Presiden Amerika sebagai setan. Dua tahun Chavez menerima penyakit kanker yang tidak jelas sumber awalnya dari mana. Tragedi Chavez ini juga pesan buat dunia…jangan macam-macam dengan kepentingan Amerika.

PKS & Burhanuddin Muhtadi

PKS Harus Terima Kasih Sama Burhanudin Muhtadi
Sejak kasus ‘konspirasi’ terhadap presiden PKS muncul, salah seorang pengamat yang sangat sering berkomentar dimedia (terutama media online yang saya amati) adalah Burhanudin Muhtadi. Saya ngak kenal dengan orangnya, tapi dia dikenal sebagai pengamat politik yang memiliki daya analisis dan pemikiran yang tajam.
Saya ingin mengutip beberapa rekaman komentar dan pendapat Burhanudin Muhtadi yang dirilis media online. Berikut pernyataan Burhanudin Muhtadi yang di tulis di JPNN.com.
“Ini betul-betul meruntuhkan PKS. Ini menusuk jantung PKS, tsunami di PKS karena presidennya yang dijadikan tersangka,” tutur Burhanuddin saat dihubungi JPNN, Rabu malam (30/1).

PKS

PKS Menang, Kemenangan Islam Kader

Ninoy NK

PKS memenangi Pilkada Jabar dan Pilgub Sumut dengan kemenangan yang sangat meyakinkan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan gemilang dengan digdaya menjungkirbalikkan logika bahwa korupsi adalah perbuatan baik selama dilakukan dengan bertanggung jawab. Kader PKS mendapatkan informasi yang pas soal korupsi presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai konspirasi. Para kader PKS mendapatkan pembekalan berdasarkan analisis dan alasan agama dan sosio-politik serta tak-tik politik.
Secara keagaamaan dikedepankan (1) azas khusnudzon - baik sangka. Jadi sebelum semua terbukti, jangan menuduh dulu - dosa. Ini sesuai dengan azas hukum praduga tak bersalah. Sebelum in kracht atau berkekuatan hukum tetap harus berbaik sangka. Luthfi Hasan Ishaaq belum dianggap korupsi. PKS menyampaikan contoh kasus Misbakhun.

PKS Tangguh

Analis Politik: Kader Partai Tertangguh Ada di PKS


Pandu Wibowo

PKS (Partai Keadilan Sejahtera) merupakan partai kader terbesar di Indonesia. Partai ini pun dikatakan partai dakwah karena para kadernya terus berdakwa baik di lingkungan dan parlemen. Dari dakwah yang tidak pernah kenal lelah tersebut akhirnya rakyat Indonesia mulai berfikir untuk mendukung partai dakwah ini. Rakyat mendukung bukan tanpa alasan, mereka mendukung karena PKS selalu dekat dan melayani masyarakat. Di saat bencana menimpa bumi pertiwi seperti banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan lain lain kader dan simpatisan PKS selalu menjadi garda terdepan, dan hal inilah yang mungkin membuat rakyat mulai simpati dan mendukung partai ini.