MEMBACA AKSI-AKSI MENEGANGKAN PKS:
MERUBAH KELEMAHAN MENJADI KEKUATAN
Prediksi
para pengamat politik terhadap elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) antara medio 2012 hingga awal 2013 menunjukkan penurunan yang
tajam. Hal ini dikuatkan oleh survei yang diadakan oleh lembaga-lembaga
survei Indonesia yang menyatakan bahwa ada dua partai yang mengalami
terjun bebas; Partai Demokrat (PD) yang hanya mendapatkan 8 % dan PKS
yang turun pada angka 2,8 %. Fenomena ini dimanfaatkan oleh media untuk
semakin memastikan bahwa kedua partai tersebut mulai ditinggalkan
konstituennya.
Faktor
utama yang menyebabkan turunnya elektabilitas kedua partai tersebut
adalah keterlibatan sejumlah elit politik dalam masalah korupsi. Pada
kasus PD, beberapa elitnya kesandung korupsi mega proyek Hambalang,
sebut saja Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng dan terakhir
Ketua Umum PD Anas Urbaningrum yang mengundurkan diri dari jabatan ketua
umum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Pada kasus PKS,
Presiden Partai Luthfi Hasan Ishaq (LHI) ditahan oleh KPK karena diduga
menerima suap kuota impor daging sapi, meskipun peristiwa penetapannya
sebagai tersangka dan penahanannya menyimpan banyak keganjilan.
